OSTEOPOROSIS

OSTEOPOROSIS

OSTEOPOROSIS merupakan kelainan metabolik tulang dimana terdapat penurunan massa tulang tanpa disertai kelainan pada matriks tulang.
INSIDENS, terjadi 2-4 kali lebih sering pada wanita dibandingkan pria. Dari seluruh penderita, satu diantara tiga wanita yang berumur datas 60 tahun dan satu diantara enam pria diatas 75 tahun akan mengalami patah tulang akbat kelainan ini.

Mekanisme yang mendasari dalam semua kasus osteoporosis adalah ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Dalam tulang normal, terdapat matrik konstan remodeling tulang; hingga 10% dari seluruh massa tulang mungkin mengalami remodeling pada saat titik waktu tertentu. Proses pengambilan tempat dalam satuan-satuan multiseluler tulang (bone multicellular units (BMUs)) pertama kali dijelaskan oleh Frost tahun 1963. Tulang diresorpsi oleh sel osteoklas (yang diturunkan dari sumsum tulang), setelah tulang baru disetorkan oleh sel osteoblas.
ETIOLOGI, merupakan hasil interaksi kompleks yang manahun antara faktor genetic dan faktor lingkungan.

Adapun faktor resikonya adalah :
• Usia lanjut, ras kulit putih (paling sering), wanita 2-4 kali daripada pria.
• Ditemukannya kasus yang sama pada keluarga
• Adanya kerangka tubuh yang lemah, skoliosis vertebra, aktifitas fisik yang kurang
• Tidak pernah melahirkan, menopause dini (46 tahun)
• Alkoholik, perokok, caffeine, riwayat gizi buruk.
• Hormonal (estrogen rendah)
• Obat-obatan, ex; kortikosteroid
• Kerusakan tulang akibat kelelahan fisik tanpa asupan yang seimbang.

JENIS-JENIS OSTEOPOROSIS, dikenal beberapa jenis osteoporosis :
Osteoporosis dibedakan atas Tipe 1 yang timbul pada wanita pasca menopause dan Tipe 2 (senilis) yang timbul pada lansia pria maupun wanita.
Osteoporosis sekunder, disebabkan oleh penakit-penyakit tulang erosive seperti multiple myeloma, hipertiroidisme, hiperparatiroidisme) dan akibat obat-obatan toksik tulang seperti glukokortikoid.
Osteoporosis Idiopatik, adalah osteoporosis yang tidak diketahui penyebabnya dan ditemukan pada usia anak-anak (juvenile), remaja (adolesen), wanita pra menopause, dan pria usia pertengahan.

GAMBARAN KLINIS.

Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.
1. Nyeri tulang, terutama terasa pada tulang belakang yang intensitas serangannya meningkat pada malam hari.
2. Deformitas tulang, dapat terjadi fraktur traumatic pada vertebra sehingga timbul kifosis angular (punuk Dowager) yang dapat menekan medulla spinalis dan akhirnya timbul paraparesis. Tulang lainnya bisa patah, diantaranya patah tulang panggul, patah tulang radius (fraktur Colles)


DIAGNOSIS, dibagi dalam dua keadaan :
Sebelum terjadi patah tulang, dilakukan pemeriksaan:
• Non invasive, diantaranya DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri, bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit. DXA sangat berguna bagi. Pemeriksaan dengan CT Scan.
• Biopsi, dilakukan pada tulang sternum atau Krista-iliaka yang bertujuan mencari informasi mengenai keadaan osteoklas, osteoblas, ketebalan trabekula, dan kualitas mineralisasi tulang.
• Laboratorium, untuk pemeriksaan biomarkers osteocalcin (G1a protein) dan osteonektin.
Sesudah terjadi patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya yang bisa diatasi, yang bisa menyebabkan osteoporosis.

PENATALAKSANAAN, bertujuan untuk meningkatkan kepadatan tulang. Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi.
Wanita paska menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat, yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya. Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis. Alendronat berfungsi untuk :
• mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pasca menopause
• meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan tulang panggul
• mengurangi angka kejadian patah tulang.
Kalsitonin dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung.
Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh, sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan.
Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron.
Patah tulang karena osteoporosis harus diobati. Patah tulang panggul biasanya diatasi dengan tindakan pembedahan. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan. Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik.

PENCEGAHAN, ada beberapa langkah pencegahan :
1. Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun).
2. Konsumsi vitamin D (lewat makanan kaya vitamin D)
3. Olah raga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang. Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.
4. Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi resiko patah tulang. Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim. Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

About desu

InfoNet digunakan untuk mempublikasikan rangkaian informasi yang kiranya berguna bagi pengunjung situs ini... jadi silahkan komentar dan men
This entry was posted in kesehatan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s