rabies

RABIES

HOT ISSUE AT BALI…. benar-benar diluar dugaan, rabies telah membuat ketakutan pada hampir seluruh warga Bali.. sejak dinyatakan positif rabies tahun 2008 di Kabupaten Badung (bagian selatan)… ini kutipannya “Berdasarkan KepMentan No 1637/2008, 1 Desember 2008 dan Peraturan Gubernur Bali No. 88/2008 tertanggal 1 Desember 2008 Bali telah dinyatakan sebagai daerah tertular virus rabies” dan sampai akhir Januari 2010 hampir semua Kabupaten di Bali dinyatakan endemis (kecuali Jembrana dan Klungkung)..

Penyakit ini selalu berakibat fatal yaitu kematian bagi penderita yang terkontak dan tidak divaksinasi. Rabies mempunyai case fatality rate yang tertinggi dari seluruh penyakit infeksi yang ada. Mengingat tingkat kematian yang mencapai 100%, perlu kiranya kita mengetahui pola dan karakteristik penyakit ini..

berikut ini ada cuplikan info yang diunduh oleh teman saya, dr. Rima di berbagai situs dan literatur.. semoga bermanfaat..

Etiologi/ Penyebab
Virus rabies merupakan prototipe dari genus Lyssa-virus dari family Rhabdoviridae. Virus rabies termasuk pada grup negatif-stranded RNA genom virus. Virus berbentuk peluru dengan ukuran 180 x 75 nm. Virus rabies inaktif pada pemanasan; pada temperatur 56 ºC waktu paruh kurang dari satu menit dan pada kondisi lembab pada temperatur 37 ºC dapat bertahan beberapa jam. Virus juga akan mati dengan deterjen, sabun, etanol 45%, solusi yodium.

Transmisi/ Penularan
Infeksi biasanya terjadi melalui kontak dengan binatang seperti anjing, kucing, kera, serigala, kelelawar. Infeksi ditularkan pada manusia melalui gigitan binatang atau kontak virus (saliva binatang) dengan luka pada host atau melalui membran mukosa. Cara infeksi lain adalah melalui inhalasi dimana dilaporkan terjadinya infeksi rabies pada orang yang mengunjungi gua kelelawar tanpa gigitan. Dapat pula kontak virus rabies pada kecelakaan kerja di laboratoriumatau akibat dari vaksinasi virus rabies yang masih hidup. Terjangkitnya infeksi rabies juga dilaporkan pada tindakan transplantasi kornea dari donor yang mungkin terinfeksi rabies.

Gejala Klinis
Menurut Avindra, 2003 gejala klinis dibagi dalam beberapa fase yaitu:
1. Masa inkubasi: umumnya 30 – 90 hari namun ada variasi dari 4 hari sampai beberapa tahun dan cenderung lebih singkat pada gigitan di muka daripada gigitan di tungkai.
2. Prodromal: gatal, nyeri atau rasa baal di daerah luka/ bekas luka gigitan, demam, menggigil, kelemahan, cepat lelah, nyeri kepala, mialgia, cemas, depresi, gelisah, dan gejala gangguan pada saluran nafas atau saluran cerna, gejala neurologik akut.
3. Gejala neurologik akut dibedakan menjadi dua yaitu:
 Encephalitis rabies/ rabies galak/furious rabies (80% kasus): kebingungan, halusinasi, agitasi, tingkah laku yang agresif berlangsung beberapa menit diikuti oleh fase tenang, hidrofobia dengan trias spasme otot inspirasi, laringospasme, dan ketakutan menelan.
 Paralitik rabies (20% kasus) ditandai oleh gejala kelumpuhan yang menonjol berupa paresis pada keempat ekstremitas serta gangguan sfingter ani..
4. Koma: tanpa terapi suportif 1/3 pasien akan meninggal pada hari pertama hidrofobia, 2/3 akan jatuh menjadi koma dengan atau tanpa kelumpuhan dan jarang ada yang bertahan lebih dari 1 minggu tanpa perawatan intensif.

Manajemen
penatalaksanaan rabies gejala dini dengan terapi kombinasi yaitu pemberian vaksin rabies secara intradermal untuk mempercepat respon imun, pemberian imunoglobulin rabies untuk penghentian proses infeksi, pemberian ribavirin dan interferon alfa secara intravena dan intraventrikuler. Pemberian ketamin intravena dosis tinggi terbukti secara invitro dapat menghambat replikasi virus rabies. Pemberian steroid tidak dianjurkan pada kasus rabies sebab pada beberapa kasus pemberian steroid dapat mempercepat kematian dan memperpendek masa inkubasi. Pengobatan simptomatis untuk mengurangi keluhan penderita dapat digunakan sedative, analgetik narkotika, antikonvulsan, dan neurovaskuler bloker. Pasien yang terkena gigitan binatang tersangka rabies maka dilakukan usaha mematikan/mengurangi virus rabies dengan mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 10 – 15 menit kemudian diberi antiseptik. Luka tidak dibenarkan dijahit . perlu juga dipertimbangkan pemberian antitetanus, antibiotik dan pemberian analgetik.

Vaksinasi
Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. Pemberian vaksin untuk mencegah rabies dilakukan melalui dua cara yaitu imunisasi sesudah kontak dan imunisasi sebelum kontak. Vaksinasi sebelum kontak dilakukan dengan vaksinasi PVRV dengan pemberian secara IM di daerah deltoid 0.5 ml pada kunjungan pertama dilanjutkan 0.5 ml pada hari ke 28 diikuti dengan vaksinasi ulangan 1 tahun setelah pemberian pertama dengan dosis yang sama. Vaksinasi sesudah gigitan diberikan vaksin anti rabies (VAR) atau dengan serum anti rabies (SAR). VAR diberikan bila ada gigitan dengan luka tidak berbahaya (jilatan, lecet) di sekitar tangan atau kaki. Sedangkan pemberian VAR dengan SAR bila ada luka berbahaya, jilatan atau luka pada mukosa, luka pada tubuh di atas bahu (muka, kepala,leher), luka pada daerah lengan, tungkai, genitalia, luka yang dalam atau luka yang banyak/multipel.

(tulisan ini juga sudah diifokan di Media Centre IRD RSUD Karangasem)

About desu

InfoNet digunakan untuk mempublikasikan rangkaian informasi yang kiranya berguna bagi pengunjung situs ini... jadi silahkan komentar dan men
This entry was posted in kesehatan and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to rabies

  1. A.J.I says:

    info yang sangat bermanfaat, itulah mengapa islam mengharamkan anjing

    • desugy says:

      thanks.. kayaknya senada dengan mengharamkam “flu babi”..:)
      apapun.. preventif lebih penting.. maka bagi pemilik anjing, ikatlah peliharaanmu di rumah, jangan bagi-bagi rabies ma yang laen..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s